Iklan

Iklan

Ratusan Seniman di Kabupaten Pati Unjuk Rasa Tuntut Pemberian Izin Pentas

09/07/20, 19:09 WIB Last Updated 2020-07-09T12:10:17Z
Para seniman berunjuk rasa untuk meminta agar Bupati Pati memberikan izin bagi mereka untuk pentas. Bupati Pati tidak mau menemui para seniman. Foto-foto : Wisnu.
PATI
- Ratusan paguyuban seniman dan pemilik sound system Kabupaten Pati mendatangi kantor Bupati Pati Kamis (9/7/2020). Kedatangan ratusan seniman ini mendesak kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pati untuk memberikan izin pentas pada saat masa pandemi yang saat ini masih melanda.

Para seniman ini mengklaim bahwa izin pentas yang diberikan oleh Pemkab Pati ini terkesan pilih kasih, lantaran ada izin lain seperti pasar, cafe karaoke, tempat prostitusi (Lorong Indah/LI) yang selama ini dibuka tanpa ada upaya penutupan oleh Pemkab Pati.

Selain orasi, para seniman menggelar aksi doa dan tumpengan.
Ratusan seniman yang terdiri dari group pagelaran orkes dangdut, wayang, ketoprak, pemilik sound system dan lain-lain ini menganggap bahwa larangan pagelaran pentas ini dianggap mematikan mata pencaharian para seniman.

Ratusan masa dari seniman yang datang di halaman pendopo sebelumnya melakukan doa bersama di alun-alun Kota Pati sebelum melakukan audensi dengan pihak Pemerintah Daerah (Pemda) yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi dan Kepala Kesbangpol, hanya saja dari hasil pertemuan tersebut para seniman menganggap tidak membawakan hasil.

Para seniman yang kecewa langsung mendesak kepada Bupati Pati Haryanto untuk bertemu, hanya saja hal itu tidak membawakan hasil lantaran Bupati tidak mau menemui.

"Pak Bupati, kami ini rakyatmu, kami butuh solusi, jangan matikan mata pencaharian kami," tegas salah satu orator di halaman kantor Bupati.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati Winarto saat audensi di ruang Joyo Kusumo mengatakan bahwa boleh melakukan pentas tapi secara virtual, dan untuk penonton juga harus dibatasi, termasuk izin juga harus disampaikan ke dinas terkait.

"Boleh melakukan pentas, tapi harus virtual, dan penonton juga harus dibatasi, karena ini masih masa pandemi," jelasnya.

Para seniman yang tidak menerima hasil audensi tetap menunggu di halaman pendopo sampai Bupati mengizinkan untuk bertemu, hanya saja sampai berjam-jam menunggu masih tidak membuahkan hasil.

Masa pun mengancam akan melakukan aksi susulan dengan strategi yang lebih baik apabila izin pentas yang diharapkan itu tidak direspon.(WIS)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Ratusan Seniman di Kabupaten Pati Unjuk Rasa Tuntut Pemberian Izin Pentas

Terkini

Topik Populer

Iklan