Iklan

Iklan

Masih Ada Kantor Desa di Pati yang Belum Pasang Foto Jokowi-Ma'ruf Amin

19/11/19, 22:18 WIB Last Updated 2019-11-19T15:19:03Z
Masih ada kantor desa yang tidak memasang foto Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Foto : Wisnu
Pati-Pelantikan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin yang sudah berjalan hampir dua bulan. Meski demikian, masih banyak sejumlah desa yang masih memasang foto lama Presiden Jokowi yang masih berpasangan dengan Wapres Jusuf Kalla.

Entah karena sengaja ataukah tidak, seharusnya foto-foto itu sudah diganti dengan Presiden dan Wapres 2019-2024 Jokowi-Ma'ruf Amin.

Dari data yang dihimpun, untuk wilayah Desa di ibukota Kabupaten Pati, masih banyak Kepala Desa yang belum paham dengan pergantian foto Presiden dan Wapres 2019-2024, sehingga para Kepala Desa mengklaim bahwa pergantian foto Presiden dan Wapres yang baru harus menunggu pihak Kecamatan yang mendistribusikan. Bila sudah mereka akan  pasang.

"Sengaja memang Mas belum dipasang, karena biasanya dari Kecamatan yang mendistribusikan foto-foto Presiden dan Wapres yang baru, untuk dibagikan ke desa-desa, baru akan kita pasang," ungkap salah satu Kepala Desa di wilayah Kecamatan Pati beberapa waktu lalu.

Foto-foto Presiden dan Wapres yang baru sengaja belum dipasang sampai saat ini lantaran masih menunggu pendistribusian dari pihak Kecamatan, padahal di sejumlah Kecamatan lain di Pati, rata-rata foto Presiden dan Wapres yang baru untuk periode 2019-2024 sudah dipasang semua.

"Kita sudah pasang setelah pelantikan Presiden dan Wapres, dan ini saya beli sendiri, tidak ada pendistribusian dari Kecamatan atau Dinas," ungkap salah satu Kepala desa di wilayah Kecamatan Tambakromo.

Sementara itu, Camat Kecamatan Pati, Kabupaten Pati M Budi Prasetya ketika dikonfirmasi membantah adanya pengadaan gambar Presiden dan Wapres periode 2019-2024 oleh Kecamatan yang akan didistribusikan ke desa-desa di wilayah Kecamatan Pati. Menurutnya, untuk pengadaan gambar Presiden dan Wapres seharusnya adalah kreatifitas masing-masing Kepala Desa, karena sesuai instruksi dari Mensetneg untuk gambar Presiden dan Wapres yang baru bisa didownload melalui aplikasi yang sudah dianjurkan.

"Saya tidak memastikan keterlambatan pemasangan gambar Presiden dan Wapres, karena kalau desa kreatif seharusnya bisa donwload, sesuai instruksi dari Mensetneg," katanya.

Meski begitu, pihaknya mengaku tidak mencermati kalau ada pergantian gambar Presiden dan Wapres yang baru secara serentak, hanya saja untuk pemasangan gambar Presiden dan Wapres yang baru bukan kewenangan pihak kecamatan.

"Nanti saya akan beri penegasan kepada desa-desa, untuk pergantian gambar Presiden dan Wapres yang baru itu sudah apa belum, karena sejauh ini saya tidak mencermati desa-desa apakah sudah memasang foto presiden dan wapres yang baru apa belum," ujarnya.

Sekedar diketahui, sebelumnya dari salah satu organisasi media menawarkan kerjasama untuk gambar presiden dan wapres yang baru, dengan harga Rp 100 ribu sebanyak 3 set dengan berbeda ukuran, dan kerjasama itu dilakukan dengan pihak paguyuban, sementara camat hanya diminta untuk melakukan mediasi.

"Kalau pengadaan dari camat itu non sen, saya hanya bantu teman-teman, dari organisasi media yang tidak pernah meminta pernah menawarkan kerjasama untuk pengadaan gambar, jadi kalau ada desa yang berminat bisa langsung menghubungi paguyuban, dan saya diminta sebagai mediasi, dan itupun hanya gambar, bukan dengan figura," tegas Camat. (WIS).
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Masih Ada Kantor Desa di Pati yang Belum Pasang Foto Jokowi-Ma'ruf Amin

Terkini

Topik Populer

Iklan