Iklan

Iklan

Kemendikbud Undang Bupati Kepsul Bahas Pembuatan Film Berbasis Budaya Lokal

13/11/19, 04:59 WIB Last Updated 2020-07-08T13:40:57Z
Bupati Hendrata Thes bersama kepala daerah lainnya saat berdiskusi pembuatan film berbasis budaya lokal pada Selasa (12/11). Foto : Humas
SANANA-Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang telah menetapkan empat budaya Kabupaten Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Provinsi Maluku Utara (Malut) sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Republik Indonesia pada tanggal 7 oktober lalu, kini Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kembali mengundang Bupati Kepsul Hendrata Thes dalam diskusi terbatas untuk membahas agenda Kemendikbud tentang pembuatan film berbasis budaya lokal dan mendorong promosi daerah melalui film cerita lokal.

Kegiatan diskusi terbatas yang di gelar di Bromo Room Grand Hayat Hotel Bundaran HI Jakarta, Selasa (12/11), dihadiri Dirjen Kebudayaan Kementrian Pendidikan, Hilmar Farid dan Kepala Pusbang Film Kemendikbud, Maman Wijaya serta di hadiri  Bupati Kepsul Hendrata Thes, Gubernur Bali, Bupati Serdang Bedagai, Bupati Damasraya, Bupati Samosir, Bupati Toraja Utara, Bupati  Deli Serdang,
Bupati Lebak, Bupati Bone Bolango,
Warriors Palu, Walikota Sawalunto,
Walikota  Magelang, Walikota Semarang dan Walikota Ambon.

Bupati Kepsul Hendrata Thes melalui Kabag Humas dan Protokol Basiludin Labesi, mengatakan bahwa, dengan ditetapkankannya empat budaya Kabupaten Kepulaua Sula menjadi Warisan Budaya Nasional pada bulan Oktober lalu, kini Kepsul mulai dilirik oleh Pemerintah Pusat dalam setiap ajang kebudayaan nasional. "Kabupaten Kepsul mulai diperhatikan oleh Pemerintah Pusat karena Kepsul juga memiliki warisan budaya yang cukup berpotensi untuk di kembangkan," ungkapnya.

Menurut Basiludin, Bupati Mengatakan dengan adanya agenda pembuatan film yang telah dibahas oleh Kemendikbud yang berbasis budaya lokal maka Kepsul juga mempunyai banyak cerita lokal yang bisa diekspos, seperti cerita rakyat fat fina koa (Batu Perempuan Gadis), pesona alam Desa Fatkauyon dan lain-lain.

Lebih lanjut, kata Basiludin, Bupati Hendrata Thes mengatakan, ketika Film Laskar Pelangi mengambil lokasi shooting di Pulau Belitong, pada saat itu belum banyak yang tahu tentang Pulau Belitong, namun setelah shooting film tersebut, peningkatan wisatawan dalam mengunjungi Pulau Belitong meningkat hingga 400%.

Oleh karena itu, lanjut Basaludin,  sangat wajar jika Kabupaten Kepulauan Sula juga didorong oleh Kementerian terkait  untuk dijadikan sebagai salah satu daerah yang kelak menjadi lokasi shooting film Kementerian Pendidikan dengan mengangkat carita budaya lokal.(EDL)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Kemendikbud Undang Bupati Kepsul Bahas Pembuatan Film Berbasis Budaya Lokal

Terkini

Topik Populer

Iklan