Iklan

Iklan

Adat & Budaya Suku Samin Harus Jadi Sebuah Ikon Blora Yang Berbudaya

04/11/19, 07:50 WIB Last Updated 2020-07-08T13:13:43Z
Perkampungan Suku Samin di Kabupaten Blora Jawa Tengah. Foto : dok.sejarah Samin.
Blora - Majunya pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Blora,  Teguh Kristiono dan Christy Andrini, alias atau disingkat menj'adi Gusty oleh para pendukung mereka rupanya menjadi harapan. Kedua pasangan ini mulai menjadi perbincangan di kalangan masyarakat, bahkan tidak sedikit para aktifis dan para tokoh-tokoh muda Blora yang selama ini dikenal sering berkecimpung di dunia politik tampak hadir di kediaman pribadi Teguh Kristiono Kelurahan Karangjati, Blora.

Yang menarik dari perbincangan tersebut, seputar ditariknya sosok seorang Christy, yang selama ini dikenal sebagai jurnalis dan juga dipercayakan untuk memegang jabatan di ormas, baik ormas yang berkecimpung di dunia politik dan tentu saja organisasi di dunia jurnalis.

Pasangan Cabup-cawabup Kristiono-Christy bertekad mengangkat budaya Samin di kancah internasional. Foto : Wisnu
Berbekal pengalaman Christy sebagai jurnalis dan tentu saja di berbagai organisasi pers, dirasa oleh Bacabup Teguh Kristiono sangat cocok dan energi yang bisa diajak bekerjasama.

 "Jelaslah, sebagai wartawan, mbak Christy sudah banyak melihat kejadian di masyarakat khususnya persoalan sosial, dan ini menjadi tujuan utama saya untuk mengangkat tingkat kehidupan dan kenyamanan hidup warga Blora, baik itu menengah dan khususnya warga miskin, dan saya rasa mbak Christy sudah lebih dahulu tahu soal ini, tanpa perlu dijelaskan lagi," ujar Teguh melalui selularnya, menjelaskan alasannya memilih Christy sebagai pendampingnya di bursa Pilkada Blora, bulan September 2020 nanti.

Christy sendiri banyak mendengar soal Blora, dan salah satunya yang paling menarik baginya adalah keberadaan suku Samin yang mendiami wilayah Kendeng.  "Ketertarikan saya soal suku Samin di Kendeng, adalah budaya mereka yang masih mereka pertahankan, ini bisa menjadi identitas dan ciri khas Blora, dan kendeng bisa menjadi salah satu ikon pariwisata budaya dan tentu juga soal pendidikan," ujar Christy sambil menjelaskan kebiasaan suku Samin yang masih melakukan sistim barter diantara mereka.

Blora dulunya dikenal sebagai salah satu daerah yang mampu menyajikan makanan sate yang enak bahkan menjadi ikon, dan dikenal masyarakat Indonesia. Namun saat ini kita sudah sangat jarang bahkan hampir bisa dikatakan sate Blora bukan lagi ikon Blora. Karenanya Christy mencoba untuk melakukan sesuatu terhadap kebudayaan dan juga keberadaan Suku Samin yang banyak mendiami perbukitan Kendeng di sebelah utara Kabupaten Blora.

"Saya bersama pak Bupati, Samin akan  kami perjuangkan sebagai salah satu situs kebudayaan nasional, kalau perlu internasional, dan saya sudah mencatat beberapa masukan terkait dengan adat dan budaya Samin yang harus dipertahankan dan diperjuangkan agar tidak boleh hilang kepada generasi berikutnya," ujar Christy dengan tegas, karena dirinya merasa jika saat ini masih perlu lagi pembenahan agar kehidupan dan kebudayaan suku Samin tidak dilindas oleh modernisasi.

"Kita akan buat kehidupan mereka tetap lestari dan terjaga dengan baik, soal yang lain lupakan dulu," pungkasnya.(Wisnu)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Adat & Budaya Suku Samin Harus Jadi Sebuah Ikon Blora Yang Berbudaya

Terkini

Topik Populer

Iklan