Iklan

Iklan

Hingga Oktober 2019, Sudah 130 Kasus Kebakaran di Pati

11/10/19, 15:30 WIB Last Updated 2020-07-08T13:16:47Z
Kebakaran lahan tebu di Kabupaten Pati pada September lalu. Kekuarangan SDM dan mobil damkar salah satu penghambat penanganan bencana kebakaran di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Foto : Ist.
PATI - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol - PP) Pemerintah Kabupaten Pati Hadi Satoso mencatat hampir sebanyak 130 kali  kebakaran yang terjadi di tahun 2019 ini. Angka tersebut mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya yang hanya berkisar 105 kali kebakaran terjadi.

"Untuk kebakaran tahun ini (2019,-red) lebih banyak, padahal ini baru bulan Oktober, dan penyebabnya rata-rata sama," ungkap Hadi kepada wartawan Jumat (10/10/2019) di ruang kerjanya.

Menurutnya, angka kebakaran terjadi rata-rata akibat kecerobohan misalnya, dari obat nyamuk, kompor, pembakaran sampah atau lahan tebu, konsleting arus pendek, dan itu tanpa ada pengawasan. "Masyarakat masih ceroboh, karena kadang melakukan pembakaran tanpa ada pengawasan, padahal dalam Perda sudah ada bahwa untuk membakar sampah dilarang," katanya.

Dirinya mengaku bahwa yang masih menjadi kendala saat ini untuk mengatasi kebakaran karena kurangnya armada dan personil pemadam kebakaran (damkar). Saat ini, Pemerintah Kabupaten Pati baru memiliki 5 unit yang disiagakan, yakni satu unit di Kecamatan Kayen, satu unit di Kecamatan Tayu, sementara untuk wilayah Kecamatan Jakenan saat ini masih dalam usulan. "Kita punya armada yang bisa operasional 5, damkar dan tanki namun kebijakan pimpinan ditempatkan satu di Kayen, satu di Tayu, bahkan kita juga terbatasnya tenaga yang ada di 2 pos, sehingga itu sangat menyita waktu, apabila terjadi kebakaran,"ungkap Hadi. 

Selain itu, petugas Damkar saat ini juga terbatas dan kurang. Malahan, petugas yang ada saat ini, selain sudah tua, ada yang pensiun 3 orang di tahun 2019, dan tahun 2020 pensiun lagi sebanyak 8 orang."Kami juga kekurangan personil, namun untuk mengantisipasinya kami libatkan anggota Satpol dan Linmas untuk diberikan pelatihan cara pencegahan kebakaran," paparnya.

Saat ini, lanjut Hadi, pihaknya juga sudah melakukan sosialisasi untuk pencegahan kebakaran, meski itu belum maksimal namun itu sudah disampaikan ke Camat, Kepala Desa, bahkan juga dengan memasang pamflet, spanduk bagaimana cara mencegah kebakaran. Malahan, di tahun 2019 ini juga dilakukan monitoring untuk mengantisipasi pencegahan kebakaran di setiap instansi Pemkab dengan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). 
"Untuk APAR ini belum semuanya, namun kami akan sampaikan ke pimpinan untuk menginstruksikan agar semua OPD bisa menggunakan," pungkasnya. (WIS).

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Hingga Oktober 2019, Sudah 130 Kasus Kebakaran di Pati

Terkini

Topik Populer

Iklan