Iklan

Iklan

Investasi Rintisan Melonjak Hingga Separoh Migas di 2017

31/01/18, 16:44 WIB Last Updated 2020-07-08T14:00:51Z
Go-Jek perusahaan start up yang mendapatkan suntikan dana besar dari asing.
Jakarta - Perusahaan rintisan (start up) sektor digital mulai menunjukkan tajinya di Indonesia. Meskipun masih tergolong bau kencur, sektor ini melonjak drastis hingga lebih dari separoh investasi di sektor migas. 

Hal itu dapat disimak dari dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Menurut Kepala BKPM Thomas Lembong, sepanjang tahun 2017, investasi startup sudah mencapai US$4,8 miliar atau sekitar Rp64,3 triliun.

"Jadi skalanya sudah besar. Pertumbuhannya 30-50 persen per tahun," ujarnya Selasa (30/1/2018) kepada wartawan. 

Sektor migas sendiri, menurut catatan BKPM, nilai investasinya mencapai US$9 miliar pada tahun 2017 lalu.

Namun BKPM masih keteteran mendata investasi sektor digital startup. Akhir-akhir ini sejumlah perusahaan rintisan mengumumkan memperoleh suntikan modal dari sejumlah perusahaan dunia. Tapi, investasi tersebut belum terdata di dalam realisasi investasi yang disusun BKPM.

"Pengumuman investasi triliunan, puluhan triliun rupiah, ratusan juta, miliaran dollar AS, tapi data ini belum tercermin di dalam data BKPM," kata Thomas.

Kesulitan itu juga ditemui dalam penggolongan investasi, karena sektor garapan startup sangat beragam dan campur aduk. "Apa Go-Jek itu portal atau transportasi. Jadi ini juga suatu pendataan yang hemat dan perlu dibenahi dalam 1-3 tahun," ungkap Lembong.

Thomas menjelaskan, fenomena perkembangan e-commerce dan startup baru muncul dua tahun terakhir. Sebelum tahun 2015, skala investasinya masih kecil, namun kemudian tiba-tiba angkanya melonjak menjadi miliaran dollar AS.

BKPM mencatat, total realisasi investasi sepanjang tahun 2017 mencapai Rp692,8 triliun. Alias naik 11,5 persen dibandingkan realisasi investasi tahun sebelumnya sebesar Rp612,8 triliun.

Negara yang paling banyak menanam uang di Indonesia adalah Singapura.Sepanjang 12 bulan lalu, realisasi investasi dari Singapura ke Indonesia tercatat US$ 8,4 miliar atau 26,2 persen.

"Singapura dan Hong Kong itu ibaratnya agregator ya mereka sebuah financial hall yang mengumpulkan dana investasi dari negara atau lembaga lain kemudian disalurkan ke Indonesia," kata Lembong.

Mantan Menteri Perdagangan ini mengungkapkan, kini pihaknya sedang mencari informasi negara mana saja yang menyimpan dana di Singapura dan Hong Kong.

Lembong mengatakan, di Singapura banyak uang warga Indonesia yang parkir dan kemudian kembali ke Indonesia dalam bentuk penanaman modal asing. "Kami akan telusuri siapa saja yang ada di belakang mereka," ujarnya.

Menurut catatan BKPM, lima besar sektor yang mendapat realisasi investasi sepanjang 2017 adalah Listrik, Gas, dan Air (Rp 24,3 triliun), lalu Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi (Rp 22,6 triliun).

Sektor ketiga adalah industri Makanan (Rp 17,4 triliun), Pertambangan (Rp 16,4 triliun), dan Tanaman Pangan dan Perkebunan (Rp 14,5 triliun).

Investasi di startup tak termasuk besar karena investasinya tak langsung mengucur semuanya. Tapi berangsur dalam beberapa tahun. Sehingga, tak masuk golongan dalam 10 besar sektor yang mendapat investasi.

Menurut catatan Nextren, 3 startup yang mendapat investasi terbesar tahun lalu adalah Go-Jek. Perusahaan besutan Nadiem Makarim ini membukukan suntikan dana sebesar US$1,2 miliar atau setara Rp17 triliun. Suntikan dana itu dari Tencent, Tiongkok dan para investor yang sudah lebih dulu menyokong Go-Jek. 

Situs e-commerce Tokopedia juga meraup dana dari konsorsium investor Alibaba sebanyak US$1,1 miliar, sekitar Rp15,7 triliun. Sedangkan layanan travel online Traveloka, mendapat dukungan dana senilai US$500 juta atau sekitar Rp6,6 triliun dari Expedia.
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Investasi Rintisan Melonjak Hingga Separoh Migas di 2017

Terkini

Topik Populer

Iklan