Iklan

Iklan

Menggugah Peran Perempuan di Sektor Maritim

02/11/17, 15:41 WIB Last Updated 2020-07-08T14:13:05Z
Dr. Chandra Motik, Pakar Hukum Kemaritiman, salah satu Srikandi Kemaritiman di Indonesia.
Jakarta- Peran perempuan di sektor kemaritiman sepertinya belum begitu santer terdengar. Padahal di Republik ini, begitu banyak tokoh perempuan yang sepak terjangnya begitu penting dan mendorong kemajuan sektor kemaritiman. 

Di Kabinet Kerja misalnya, peran Menteri Kelautan Perikanan Susi Pudjiastuti begitu membahana, dan menjadi andalan untuk memerangi illegal fishing, dan berbagai persoalan kelautan.

Bukan hanya itu, publik juga cukup akrab dengan nama Dr. Chandra Motik, praktisi hukum kelautan yang lama berkiprah di sektor kemaritiman. Ia menilai, perempuan bisa memegang peranan dalam memajukan sektor kemaritiman di Indonesia, dan dapat mewujudkan sebagai poros maritim dunia.

Praktisi hukum kemaritiman yang sudah lebih tiga puluh tahun ini berpandangan, kaum perempuan dari masa kemasa terus mengembangkan potensi sumber daya manusianya hampir setara dengan kaum laki-laki. 

Hal tersebut dibuktikannya dengan membentuk Women Maritime Indonesia dan Chandra Motik Maritime Center.Menurutnya, pihaknya akan menyelenggarakan Indonesia Women Talk Tahun 2017. Even ini bertajuk “Maritim Masa Kini dan Pergerakan Kaum Perempuan”. Kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan pada  tanggal 22 Desember 2017 bertepatan dengan memperingati Hari Ibu .

"Selama ini banyak wanita berperan pada bidang yang terkait dengan laut, seperti sebagai nakhoda, pengusaha pelayaran, syahbandar, pengelola pelabuhan bahkan pekerjaan atau profesi sehari–hari selalu berhubungan dengan laut," papar Chandra Motik. 

Lembaga yang dipimpinnya itu katanya, akan mengumpulkan wanita-wanita atau srikandi Indonesia yang bertepatan peringatan Hari Ibu untuk membicarakan dunia Maritim.

“Sejarah membuktikan, bahwa wanita sejak masa dulu memiliki catatan cukup menakjubkan dalam bidang maritim. Untuk Indonesia  dulu ada Laksamana Malahayati yang berjuang menggunakan sarana kapal laut. Putri remaja Belanda bernama Laura Dekker mengukir sejarah pada tahun 2012 melakukan pelayaran dengan kapal kecil selama 1 tahun di laut bebas. Kay Cotte pelaut wanita Australia yang berlayar sendirian selama 189 hari,” ujar Chandra. 

Indonesia Women Talk Tahun 2017  tersebut akan menghadirkan Srikandi-srikandi Kemaritiman Indonesia sebagai narasumber. Chandra mengungkapkan, narasumber tersebut antara lain: Carmelita Hartoto (Direktur Utama PT Andhika Line dan Ketua Umum Indonesia Nation Shipowners  Association (INSA)/Asosiasi Pengusaha Pelayaran Niaga Indonesia), Capt. Agustin Nurul Fitriyah (Nakhoda Kapal), Anita Puji Utami (Pengusaha Galangan Kapal), Capt. Christina Anthon ( dari PT. Pelabuhan Indonesia IV), Mai Jebing ( Nelayan Tradisional), Baiq Yus Solihin (Pengelola Sekolah Pelayaran).

Chandra Motik  mengharapkan penyelenggraan acara Indonesia Women Talk Tahun 2017, akan dapat memberikan kontribusi memajukan dan memberdayakan perempuan pada industri Maritim.

Chandra Motik menambahkan, pertumbuhan wanita yang menekuni bidang maritim setiap tahunmya selalu meningkat. Agar peningkatan itu terus berlangsung dan semakin besar jumlahnya, lanjutnya,  perlunya berbagai kegiatan peran wanita di bidang maritim semakin tersosialisasi dan dikenal masyarakat luas. (WI)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Menggugah Peran Perempuan di Sektor Maritim

Terkini

Topik Populer

Iklan