Iklan

Iklan

PDIP Tunggu Kepastian Rima di Pilgub Jatim

10/10/17, 07:33 WIB Last Updated 2019-09-18T13:44:41Z
Walikota Surabaya Tri Rismaharini digadang-gadang maju untuk Jatim 1. 
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) hingga kini belum mengumumkan siapa bakal calon gubernur yang akan diusung dalam pemilihan gubernur pada 2018 mendatang. Sebagai kader yang dinilai berprestasi, Tri Rismaharini disebut-sebut akan menjadi kandidat kuat. Bahkan, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto pun sampai datang ke Surabaya untuk berkonsultasi dengan sang wali kota.

Hasto bertemu Risma yang didampingi pengurus DPD I PDIP Jawa Timur di rumah dinas wali kota, Jalan Sedap Malam, Surabaya, Senin (9/10). Namun dia berkelit kedatangannya khusus membahas Pilgub Jatim. "Ada persoalan tata kota, ada persoalan dengan taman, rencana kunjungan ibu (Megawati), terus kemudian persoalan Pilgub. Kami juga bahas persoalan Pilgub dengan Bu Risma," ujarnya.

Hadir mendampingi Hasto, Ketua DPD PDIP Jawa Timur, Kusnadi, Wakil Wali Kota Surabaya juga Ketua DPD PDIP Surabaya, Whisnu Sakti Buana, serta Ketua Bapilu Surabaya juga Wakil Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono.

Hasto mengatakan alasan bertemu Risma karena Wali Kota Surabaya itu dinilai memahami dinamika politik di Jawa Timur. "Karena beliau (Risma) kan sangat memahami dinamika politik dan konfigurasi politik di Jawa Timur, maka kami minta masukan Bu Risma. Itu cara PDIP seperti itu. Tidak asal deklarasi. Kami dialog, kami komunikasikan dulu," paparnya.

Hasto mengungkapkan, PDIP akan mengumumkan para calon yang akan diusung dalam pilkada serentak tahun 2018 pada tanggal 15 Oktober nanti, termasuk bakal cagub Jatim. "Tanggal 15 Oktober itu baru pengumuman pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur, dan kemudian, setelah itu baru dilakukan deklarasi. Yang diundang nanti, terutama adalah struktur partai, ketua, sekretaris, dan bendahara," katanya lagi.

"Nanti kita tampilkan di tempat tersembunyi. Kemudian kita tampilkan saat pengumuman itu. Tentu saja ibu ketua umum (Megawati) yang akan mengambil keputusan," ucap Hasto.

Soal peluang Risma diusung PDIP, Hasto enggan bicara terbuka. "Ya (rekomendasi) akan kita keluarkan tanggal itu (15 Oktober), yang pasti politik itu juga penuh kejutan. Kalau sekarang nama belum pasti, rekom turun saat ya akan ditandatangani saat itu. Karena harinya kan bagus, Minggu Wage," timpal Hasto santai.

Apakah Risma juga punya peluang diusung? Hasto menjawab, "Ya ini kan Pemilunya rakyat. Rakyat kan mengapresiasi terhadap kepemimpinan Bu Risma yang berhasil, maka Bu Risma menerima penghargaan di mana-mana, itu kan rakyat memberikan apresiasi. Ketika rakyat memberikan apresiasi, tentu saja setiap pemimpin itu punya peluang untuk terus diperjuangkan rakyat untuk menjadi pemimpin," papar Hasto.

Risma sendiri seolah berteka-teki saat ditanya peluangnya maju Pilgub Jawa Timur, "Tunggu tanggal mainnya," tukasnya.

Meski dicecar berbagai pertanyaan, siapkah menjadi gubernur, Risma bergeming. "Tunggu tanggal mainnya. Tadi Pak Hasto ngasih tahu enggak? Kalau aku jawab nanti keliru," elaknya.

"Saya tidak ngomong siap. Saya tidak boleh ngomong siap. Saya sudah dapat rekom ituloh, saya gak boleh ngomong siap. Karena berat. Aku ngomong siap, tibae gak iso ngerjakno, kan ciloko (Saya bilang siap, ternyata gak bisa, kan celaka)," sambungnya.

Yang menarik, selain berkali-kali mengatakan 'Tunggu tanggal mainnya' soal peluangnya maju Pilgub Jatim, Risma memberi kode '30' kepada Ketua DPD PDIP Jawa Timur, Kusnadi.

Kode kepada Kusnadi yang juga Wakil Ketua DPRD Jawa Timur itu disampaikan Risma di sela pertemuannya dengan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto. Risma tidak hanya sekali memberikan kode '30' pada Kusnadi. Bahkan, ketika mengantar Kusnadi masuk mobil saat hendak pulang, wali kota perempuan pertama di Kota Pahlawan ini kembali menegaskan,

"Pokoknya 30 ya Pak Kus. Nanti saya akan selesaikan semuanya," ucapnya.

Wartawanpun spontan nyeletuk bertanya, "Bu Risma, itu kode apa?", yang kemudian hanya dijawab dengan senyum oleh wali kota yang kerap menerima penghargaan internasional tersebut.

Risma sendiri memastikan tidak akan hadir saat DPP PDIP mengumumkan para bakal calon kepala daerah yang akan diusung. Sebab dia akan terbang ke Jepang pada 12 Oktober mendatang karena diundang oleh salah satu asosiasi di bawah Perserikatan Bangsa Bangsa yang berkompeten tentang kota-kota dan berafiliasi pada lingkungan.

Di Negeri Sakura itu, Risma diminta menjadi pembicara sekaligus akan menerima penghargaan terkait masalah tata ruang kota. "Aku ke Tokyo. Nanti tanggal 12 (Oktober) aku diminta presentasi soal kota, innovation for happines. Aku bicara soal kebijakan kota untuk menyenangkan warga kota," pungkas Risma.
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • PDIP Tunggu Kepastian Rima di Pilgub Jatim

Terkini

Topik Populer

Iklan