Iklan

Iklan

MPPI Berikan Pemahaman Pembenihan dan Pembibitan Pada Wartawan

14/10/17, 10:55 WIB Last Updated 2020-07-08T13:37:36Z
Ketua Umum MPPI Herman Khaeron bersama peserta lokakarya.
LEMBANG - Guna memberikan pemahaman mengenai pembenihan dalam industri pertanian, pada tanggal 12-14 Oktober 2017 ini digelar Lokakarya di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Jawa Barat.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Umum DPP Masyarakat Pembenihan dan Pembibitan Indonesia (MPPI) Herman Khaeron. Herman yang juga Ketua Komisi VII DPR RI ini memberikan wejangan mengenai lima aspek dalam mengenal pertanian yakni lahan, air, pengetahuan benih, pupuk, dan cata atau manajemen tanam.

Menurut Herman, lahan pertanian akhir-akhir ini semakin berkurang karena tergilas oleh pembangunan lainnya. Meskipun demikian hal ini bukanlah suatu hambatan untuk meningkatkan produktifitas pangan nasional. 

Masalah lahan, lanjutnya, bisa disiasati dengan berbagai teknologi pertanian, misalnya saja dengan sistem hydroponik. 

“Teknik ini tidak membutuhkan lahan luas, tapi bisa menghasilkan produk pertanian yang berkualitas,” ujar Herman Khaeron.
  
Lokakarya itu di samping memberikan pemahaman mengenai pengetahuan perbenihan dan perbibitan, juga guna memberikan pemahaman mendalam tentang kebijakan Kementerian Pertanian yang dianggap oleh insan media bukan isu yang terlalu menarik. Padahal betapa pentingnya sektor pertanian karena itu menyangkut soal pangan nasional. 

Untuk lebih memberikan pemahaman yang komprehensif, dalam salah satu kegiatan lokakarya ada  tema “Revolusi Benih untuk Kedaultan Pangan” berupa kunjung lapangan ke PT East West Seed Purwakarta. PT East West Seed merupakan produsen benih hortikultura yang meneliti, mengembangkan, memproduksi dan memasarkan benih sayuran tropis dengan merek dagang Cap Panah Merah.

Pada kunjungan ini peserta lokakarya di ajak mengetahui proses produksi benih dengan berbagai teknologi modern, dimana PT East West Seed Indonesia (EWINDO) selalu melakukan inovasi benih holtikultura. 

Afrizal Gindow, Sales and Marketing Director EWINDO mengatakan, industri benih selalu disertai dengan perkembangan teknologi karena revolusi benih sangat penting dalam mencapai kedaulatan pangan.  

Salah satu teknologi yang dikembangkan EWINDO adalah Molecular Marker. “Kami punya laboratorium itu, untuk menciptakan benih berkualitas tinggi dengan waktu panen yang pendek, sehingga mampu menaikan nilai ekonomis dan produksi pertanian. Dan harapanya kedaultan pangan dapat terwujud, tidak harus mengimpor dari luar," ujar Afrizal. 

Sementara itu, Hindarwati, Dewan Pembina MPPI, yang juga turut mengawal kunjungan lokakarya, menyesalkan negara masih import benih dari negara lain. “Benih Kedelai kita import sudah lama, padahal teknologi dalam negeri sudah mumpuni kita untuk produksi sendiri. Bisa kita lihat sendiri di sini,” kata Hindarwati. 
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • MPPI Berikan Pemahaman Pembenihan dan Pembibitan Pada Wartawan

Terkini

Topik Populer

Iklan