Iklan

Iklan

2019 Diharapkan Sektor Pariwisata Sumbang 24 Miliar Dola AS

17/10/17, 17:16 WIB Last Updated 2020-07-08T14:02:16Z
Sektor pariwisata diharapkan mampu menambah devisa senilai US$24 miliar
pada tahun 2019.(Foto:istimewa)
Jakarta -  Sektor pariwisata diprediksi menjadi penghasil devisa terbesar pada 2019 mendatang senilai US$24 miliar.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan proyeksi tersebut melebihi target penghasil devisa lainnya seperti sektor migas, batu bara dan kelapa sawit.Arief menuturkan proyeksi tersebut menyusul hasil riset World Bank menyebut bahwa sektor pariwisata adalah penyumbang yang paling mudah untuk devisa dan pendapatan domestik bruto atau PDB suatu negara.

“Dampak turunan dari investasi di sektor pariwisata terhadap PDB memang amat besar,” kata Arief di Kantor Sekretariat Negara, Selasa (17/10/2017).

World Bank mencatat investasi di pariwisata senilai US$1 juta mampu mendorong 170% dari PDB, industri pariwisata mampu menggerakkan usaha kecil menengah seperti kuliner, cinderamata, transportasi dan lainnya.

“Perolehan devisa negara dari sektor pariwisata sejak 2016 sudah mengalahkan pemasukan dari migas dan dibawah pemasukan dari CPO. Diperkirakan pada 2019 sektor pariwisata menjadi penyumbang utama devisa Indonesia,” katanya.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) menyebut kontribusi sektor pariwisata terhadap cadangan devisa Indonesia masih relatif terbatas dibanding dengan negara-negara lain.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara menuturkan dengan devisa dari sektor pariwisata tahun lalu mencapai US$11,3 miliar, Indonesia masih jauh apabila dibandingkan dengan negara-negara yang turisnya tiga kali lipat lebih banyak seperti Thailand yang mencapai US$49,9 miliar dan Malaysia sebesar US$18,1 miliar.
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • 2019 Diharapkan Sektor Pariwisata Sumbang 24 Miliar Dola AS

Terkini

Topik Populer

Iklan